The purpose of my life

Posted: 27 Maret 2012 in Uncategorized

A young person who dreams of great happiness, of God using him and his work as a channel to bless many people, and of becoming a faithful husband and father responsible for his family.

Berani keluar dari rumah

Posted: 15 Januari 2011 in Uncategorized

Saat mendengar judul dari tulisan ini, mungkin saja para pembaca akan punya persepsi yang berbeda-beda mengenai tulisan ini, tapi intinya keluar dari rumah.
Para pembaca yg terhormat, tulisan ini sengaja ditulis untuk teman-teman para kawula muda yang sementara terina bobokan dengan fasilitas keluarga yg tak habis-habisnya kalian-kalian gunakan tanpa memikirkan kapan kalian bisa maju.
Proses melewati masa dilahirkan sampai pada proses bersekolah merupakan tanggung jawab orang tua kepada anda-anda kawula muda, namun ketika anda sudah menyelesaikan studi anda, silahkan anda keluar dari rumah dan silahkan tentukan nasibmu.
Harus disadari segala failitas orang tua,…. Siapa yg nggak mau….hahaha, tapi kayaknya semua itu hanyalah merupakan bagian-bagian dari kemunduran kita, arti keluar dari rumah menurutku untuk para sobatku, keluar dari tanggungan orang tua, yg pasti disaat memutuskan untuk itu, ada proses hidup baru di didiri kalian2…. Nggak nyesel deh, Manusia akan berhasil ketika dalam hidupnya mendapatkan proses hidup yang banyak benturan dan cobaan, saya rasa dari sinilah perkembangan seorang anak muda yg ingin maju, ketika kita-kita tidak mendapatkan fasilitas dari itu semua, maka kita akn berusaha untuk bagaimana hidup, maka saya anjurkan menjauhlah dari orng tua untuk kesuksesan saudara, Jakarta merupakan salah satu daerah yg saya anjurkan untuk tempat belajar hidup. Disini kita bisa melihat cara dan gaya hidup yang benar-benar berat, namun pelajaran yang tidak anda dapatkan di bangku kuliah, namun hanya kalian2 dapatkan didunia nyata saja, disini kehidupan yang keras, dan aktivitas yang tidak henti-:hentinya membuat kita tahan banting, kalo jadi preman yah jadi preman yg benar2 preman, klo ingin jadi pengusaha yah jadi pengusaha yg benar2 pengusaha, tidak ada kata malas atw kata tunda untuk hidup dikota ini, semuanya yg tinggal disini baik msyrkt paling bawah sampai di level pejabat benar-benar bekerja habis2an untuk dapat hidp layak, dinamika dijakarta merupakan dinamika yg super2 untuk memproses teman-teman menjadi orang. Sekali lagi belajarlah untuk tidak Menggunakan fasilitas orang tua disaat anda mau berhasil, sambil tetap selalu dekat dan berhubungan dengan Tuhan atas segala cita-citamu kedepan. Salam Cemerlang dari Andika Mongilala

Cara Menjual Pada Prospek

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Sales person mencari pelanggan itu biasa. Untuk mendapatkan pelanggan mereka bisa melakukan dengan berbagai macam cara. Ada cara yang baik dan ada yang buruk.

Sebelum mencari pelanggan kita terlebih dahulu mencari prospek. Prospek ini adalah kandidat pelanggan yang sudah kita amati agar nantinya dia bisa menjadi pelanggan kita. Ada 8 cara yang biasa dilakukan sales person untuk mengubah prospek menjadi pelanggan.

Cara menjual pertama yang biasa dilakukan oleh sales person adalah Cold Call. Cold Call ini adalah suatu kunjungan yang dilakukan sales person secara biasa – biasa saja tanpa adanya suatu keuntungan yang ditawarkan pada prospek. Sales person ini akan bersikeras untuk meyakinkan prospek membeli produk kita tanpa menanyakan apakah kita membutuhkan produk itu atau tidak. Cold Call ini biasanya sering kita temui di sales door to door, atau sales yang menawarkan produk melalui telepon. Cara menjual seperti ini sangat tidak dianjurkan. Karena tidak akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Setelah melakukan Cold Call, cara lainnya yang sering dilakukan adalah mendesak mengadakan perjanjian untuk pertemuan berikutnya. Karena perjanjian pertemuan ini sifatnya mendesak maka akan terasa tidak tulus. Dikhawatirkan jika sesuatu dimulai dengan ketidaktulusan maka efek sampingnya akan negatif. Produk mungkin terjual, target mungkin tercapai, namun bagaimana dengan after sales dan referral ?

Jika kita ingin bertemu dengan prospek maka berikanlah solusi dan nilai tambah akan suatu produk. Dengan ini maka prospek akan mempertimbangkan untuk melangkah menjadi pelanggan. Selain itu cobalah untuk memakai sepatu pelanggan untuk mengetahui kebutuhan prospek kita.

Keinginan perusahaan pastilah cepat bekembang dan berhasil. Salah satu caranya adalah dengan mendapatkan pelanggan baru secepat dan sebanyak mungkin.

Karena itu terkadang para sales person dari perusahaan tersebut selalu berpikir bagaimana caranya agar dapat menjual dengan cepat. Berikut ini adalah lanjutan ragam cara menjual para sales person kepada prospeknya.

Agak bagus ? ketika sales person bertemu dengan calon prospek yang hanya bertanya – tanya saja tanpa membeli pada saat itu juga maka tetaplah berikan kesan positif. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya bukan ? Kesan positif dapat kita berikan dengan tetap memberikan informasi yang ditanyakan oleh prospek. Jika kita telah memberikan kesan positif siapa tahu setelah pulang ke rumah dan ingat dengan pelayanan kita yang positif maka prospek itu akan kembali untuk membeli. Jangan terlalu berharap bahwa dalam setiap pertemuan maka akan terjadi closing. Ingat selalu bahwa menjual adalah proses. Selain itu kita juga harus ingat mengenai produk yang kita jual. Lebih baik berikan saja informasi yang membuat prospek terus memikirkan produk kita.

Bagus ? melibatkan pelanggan lama saat kita akan menjual produk baru sesopan mungkin. Mintalah referensi dari pelanggan lama yang pernah membeli produk kita dan merasa puas dengan produk kita. Jika kita sudah mendapatkannya mintalah tolong diketemukan oleh pelanggan lama yang memberikan referensi itu.

Hebat ? prospek datang sendiri untuk membeli produk kita atas inisiatif sendiri. Kesempatan yang bagus ini janganlah disia – siakan. Berikan pelayanan sebaik dan sesopan mungkin. Alangkah baiknya ketika prospek itu masuk ke tempat kita berikanlah salam kepadanya dan tanyakanlah apa yang dicarinya. Dengan begitu mereka akan senang karena merasa diperhatikan dan dibantu. Bisa dipastikan mereka akan kembali lagi. Terbaik ? ketika pelanggan lama ingin melakukan pembelian kembali. Pembeliannya kembali ini bisa diartikan bahwa dia puas dengan produk dan pelayanan kita. Karena itu ketika menjual, menjuallah dari hati. Jika kita bisa menyentuh hatinya maka kita telah berhasil menjual karena kita tidak hanya menjual produk tapi kita juga memenangkan hatinya.

Lalu seperti apakah cara menjual kita kepada prospek ?

Fokus Dan Nikmati Pekerjaanmu

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Sering dalam kehidupan, kita berkeinginan untuk mengerjakan pekerjaan sekaligus dan mengharapkan hasil memuaskan. Namun kenyataannya justru kekecewaan luar biasa yang kita rasa.

 

Untuk menghasilkan hal luar biasa kita harus fokus pada satu titik pekerjaan dulu dan fokus pada apa yang menjadi kelebihan kita. Jika kita melakukan pekerjaan dengan penuh cinta, konsentrasi dan keyakinan niscaya hasil yang kita kerjakan akan memuaskan. Bahkan dampaknya bisa mengejutkan.

 

Dibawah ini ada ilustrasi cerita yang akan memberikan pencerahan pada kita mengenai fokus pada sesuatu.

 

Fokus Dan Nikmati Pekerjaanmu

 

Ada seorang pianis yang sangat piawai bermain piano. Kejuaraan telah bnayak dimenangkannya, tanpa memperdulikan akan menang atau tidak. Pertunjukkan pun telah banyak dilakukannya, tanpa memperdulikan apakah penontonnya sedikit atau banyak.

 

Saat bermain piano wajahnya selalu tampak berseri dan menikmati permainannya. Seakan disanalah letak kebahagiannya. Suatu hari saat reuni dengan teman – temannya, seorang teman bertanya padanya mengenai kebahagiaan dan kesenangannya bermain piano tanpa sedih. Dia pun menjelaskan bahwa hidup harus dihadapi dengan bahagia, senang dan senyum.

Lalu dia bernostalgia tentang masa remajanya yang mempunyai banyak kegiatan. Mulai dari olahraga sampai musik. Ambisinya saat itu hanyalah menang, menang dan menang. Karena itu pianis itu rajin berlatih dan berusaha. Tapi karena terlalu banyak kegiatan, maka dia tidak bisa berprestasi maksimal dan akhirnya gagal.  Kegagalan itu membuatnya kecewa dan frustasi pada  diri sendiri. Mulailah pianis itu kehilangan motivasi sehingga prestasi sekolah juga jatuh.

 

Pianis itu bisa fokus pada apa yang dilakukannya kini, berkat eksperimen sang ayah dengannya. Saat itu sang ayah mengajaknya untuk mengumpulkan segenggam jagung dan sebuah corong kecil. Telapak tangannya kemudian diminta untuk diletakkan dibawah corong. Lalu meminta pianis itu untuk menangkap jagung itu. Sang ayah menjatuhkan jagung itu satu persatu. Pianis itu pun menangkap jagung itu satu persatu. Kemudian sang ayah melepas semua jagung kedalam corong. Walhasil tidak ada satu jagung pun yang keluar dari corong karena lubang corong yang kecil.

 

Kehidupan pun seperti itu. Setiap pekerjaan harus dikerjakan satu – satu. Fokus dan konsentrasi. Sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan maksimal. Kepuasan dan kebahagiaan pun akan kita rasakan.

 

How to Run the Bussiness

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Bisnis adalah sebuah organisasi usaha yang dibuat untuk mendatangkan keuntungan, yang dijalankan tanpa keterlibatan para kreator bisnis atau pemilik bisnis. Karena usaha dijalankan oleh orang lain yang dianggap mampu untuk menjalankannya, maka para pemilik bisnis (Bussiness Owner) harus mengenal “falsafah” bisnis yang benar.

Seperti halnya dalam sebuah orkestrasi, pemilik bisnis idealnya harus bertindak sebagai pemandu orkestra, dimana ia MEMIMPIN dan BUKAN MENJADI PEMAIN SALAH SATU ALAT MUSIK.

Pemilik bisnis harusnya mengawasi jalannya bisnis, bukan terlibat langsung dalam jalannya bisnis itu. Lalu apa perbedaan antara pemilik bisnis yang terlibat dalam bisnis dan yang hanya mengawasi bisnis ?

Pemilik bisnis yang terlibat dalam usahanya menghasilkan keuntungan dengan menjadi aktor atau pelaku utama dalam bisnis. Sehingga jika ia tidak muncul, maka bisnis tidak bisa berjalan. Hal ini malah membuat pemilik bisnis masuk dalam RUTINITAS bisnis. Rutinitas ini bisa membuat pemilik bisnis kehilangan waktu untuk diri sendiri dan mengakibatkan keterikatan terhadap bisnis tersebut yang membuatnya tidak bahagia untuk menjalankan bisnis itu. Padahal bisnis seharusnya FUN.

Sedangkan pemilik bisnis yang berada di luar lingkaran operasional bisnis, tidak menjadi aktor utama. Pemilik seperti ini sudah mendelegasikannya kepada karyawan kompeten yang ia rekrut, sehingga ia bisa fokus untuk membuat berbagai inovasi, tujuan bisnis kedepan dan lain-lain.

Untuk menjadi pemilik bisnis yang hanya mengawasi bisnis, maka ia harus dapat menciptakan sistem kerja seperti yang terjadi dalam usaha waralaba McDonald. Karyawan dengan latar belakang apapun mampu menghasilkan burger dengan kualitas rasa yang sama. Hal ini dikarenakan sistem yang diberikan begitu detail.

Beberapa jenis usaha memang dapat dilakukan langsung oleh pemilik bisnis atau sang kreator yang memiliki jiwa seni atau insting dalam usahanya. Namun bukan berarti produk yang ia hasilkan tidak bisa diimplementasikan oleh orang lain (seperti pekerjaan stylish atau koki). Proses pembuatan produk tersebut pastilah memiliki POLA yang mirip. Nah pola itulah yang disusun dan dibuatkan sistemnya kemudian baru ditransferkan kepada orang yang akan menjalankan bisnis ini.

Namun demikian pada awalnya pemilik bisnis memang harus bermain dalam bisnis sekaligus mengawasinya. Tapi dengan adanya sistem yang dibuat, pemilik bisnis bisa sedikit demi sedikit melepaskannya.

Selamat menjadi OWNER !

 

The Power of Change

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Saat ini ketidakpastian melanda dunia. Karena itu diperlukan Kebangkitan atau perubahan. Perubahan tidak selalu bisa diterima oleh banyak orang. Namun demikian untuk sesuatu dengan hasil baik maka perubahan perlu dilakukan.

 

Perubahan di masa yang penuh ketidakpastian ini seharusnya dilakukan dengan aktif, kreatif dan terus menerus. Untuk itu harus juga ditanamkan keyakinan dan kembali lagi perubahan paradigma.

 

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perubahan adalah riset, survey dan sosialisasi yaitu meyakinkan orang lain bahwa perubahan ini diperuntukkan bagi hal yang lebih baik. Pemaksaan juga diperlukan dalam sebuah perubahan karena pada dasarnya perubahan bukanlah hal yang mudah. Ada baiknya pemimpin juga mempelopori perubahan dengan memberikan contoh.

Perubahan mungkin tidak harus dilakukan seluruhnya hal ini pun bisa dilakukan secara sedikit demi sedikit.

 

Namun demikian kita harus memikirkan dampaknya secara jangka panjang, karena disadari atau tidak ini akan berdampak keseluruhan.

 

Filososi sate untuk sebuah perubahan : Ketika kita tengah membakar sate, daging itu akan mengalami penderitaan berupa pembakaran. Namun ketika sate itu telah matang dibakar, maka rasanya akan jauh lebih enak dibanding ketika sate itu masih berupa daging mentah.

 


Kegagalan akan selalu manusia hadapi di sepanjang perjalanan hidupnya. Namun demikian kegagalan bukanlah akhir dunia, melainkan sebuah proses baru menuju kehidupan yang lebih baik.

 

Di dunia Sales, kegagalan di dominasi oleh kesalahan yang dialami oleh individu itu sendiri yang berakibat pada kinerja tim. Berikut adalah masalah – masalah yang sering dialami oleh para Sales Manager dalam organisasinya.

 

Kurang Perhatian Pada Perekrutan Calon Sales Person

Kebanyakan Sales Manager banyak yang tidak mau terlibat dalam perekrutan calon sales person. Mereka biasanya mempercayakan perekrutan ini pada pihak HRD. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik di divisi sales dibutuhkan orang – orang yang punya kriteria khusus. Dan yang seharusnya mengetahui bakat – bakat khusus calon sales person ini adalah Sales Manager. Untuk itu sebenarnya dibutuhkan keterlibatan Sales Manager dalam perekrutan.

Kurang Perhatian Pada Sistem dan Proses Penjualan

Banyak Sales Manager yang hanya fokus pada hasil, pendapatan dan target. Tapi apakah mereka pernah mengajarkan pada sales personnya bagaimana cara untuk mendapatkan itu semua ? Inilah juga yang menjadi masalah mereka. Seharusnya saat menurunkan sales person ke pasar, para Sales Manager telah membekali mereka dengan jurus – jurus bagaimana cara mengenalkan diri, memberikan kesan positif dan cara membeli ( saya kenal, saya percaya, saya respek).

Kurang Pengetahuan Mengenai Membimbing dan Memonitor Sales Person Untuk Implementasi Proses & Sistem

Masalah Sales Manager tidak berhenti hanya pada tidak perhatian pada sistem dan proses penjualan tapi juga mereka tidak tahu bagaimana harus membimbing dan memonitor anak buah mereka mengenai implementasi proses dan sistem dalam dunia sales. Padahal membimbing dan memonitor adalah hal yang mutlak dilakukan oleh seorang Sales Manager agar menghasilkan anak buah yang cemerlang. Karena jika anak buah cemerlang maka managernya pun bisa dipastikan jauh lebih cemerlang. Dan ini pun akan berdampak pada kerja tim yang sukses dan pencapaian target yang sesuai seperti yang diharapkan.

Kurangnya Ketrampilan Untuk Menghadapi Segmentasi Pelanggan

Orang – orang yang terlibat dalam dunia penjualan adalah mereka yang paling banyak bertemu dengan orang. Karena itu dibutuhkan sebuah ketrampilan berkomunikasi yang baik. Nah karena sales selalu dikaitkan dengan pencapaian target, para Sales Manager ini terkadang lupa bahwa sales people harus mampu melakukan segmentasi ( status sosial, perilaku dan gaya bicara ). Ini ada kaitannya dengan mirroring. Bahwa kita harus dapat menyesuaikan diri kita dengan orang yang tengah kita prospek.

Kurangnya Perhatian Bagaimana Membedakan Suspect dan Prospek

Para Sales Manager seharusnya membekali para sales peoplenya dengan pengetahuan mengenai pembedaan antara Suspect ( pelanggan yang kemungkinan membelinya tinggi ) dan Prospek ( pelanggan yang baru saja ditawari ). Ini selayaknya diberitahukan agar anak buah tidak membuang – buang waktu dengan pelanggan yang tidak ada keinginan untuk membeli.

Masalah – masalah diatas memang sering ditemui. Namun diharapkan dengan menyadari kesalahan tersebut, belum terlambat untuk memperbaikinya menjadi lebih kreatif, peka dan tanggap akan apa yang dibutuhkan pasar dan kemampuan anak buah kita.