Mengenal tipe orang

Posted: 6 Mei 2010 in Uncategorized

MELANKOLIS

Orang yang memiliki temperamen melankolik adalah orang yang memiliki kecakapan dan bakat-bakat yang bermutu. Presentase orang jenius yang bertemperamen melankolik jauh lebih tinggi dibanding dengan orang-orang yang bertemperamen lain. Bukti bahwa orang-orang melankolik kaya dengan banyak kemampuan dapat kita lihat dalam kehidupan tokoh-tokoh Alkitab, seperti: Yakub, Salomo, Elia, Yesaya, Daniel, Yehezkiel, Obaja, Yunus, Yohanes Pembaptis, rasul Yohanes, Musa, dll. Bila mereka diberi satu tanggung jawab untuk menyelesaikan satu pekerjaan, mereka akan bekerja keras untuk memenuhi batas waktu dan standar tinggi yang mereka buat sendiri. Oleh karena itu mereka dapat diandalkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu karena mereka adalah orang-orang yang sangat disiplin.

Orang melankolik tidak mudah menjalin tali persahabatan dengan orang lain, tetapi ia akan sangat setia kepada orang-orang yang akrab dengannya. Sifat khas ini membuat orang-orang melankolik sangat berbakti kepada Allah bila mereka sudah dipenuhi oleh Roh Kudus.
Sifat rela berkorban dari orang-orang melankolik membuat mereka sering mengabdikan diri pada pekerjaan yang menuntut banyak pengorbanan diri. Sifat khas ini menjelaskan kenyataan mengapa banyak hamba-hamba Tuhan dan dokter yang bertemperamen melankolik, dan dari antara hamba-hamba Tuhan tersebut banyak yang begitu berbakat di dunia sekuler bersedia meninggalkan semua prestasi yang telah dicapainya dan mengabdi kepada Tuhan Yesus Kristus. Misalnya Musa, sebagai anak angkat puteri Firaun ia menjadi orang kedua sesudah Firaun. Tetapi Musa memilih untuk “menderita sengsara dengan umat Allah” suatu keputusan yang amat rela berkorban (Ibrani 11:24-25). Kalau kita mengamati dengan baik dalam seluruh sejarah hidup Musa, maka kita akan dapat melihat dengan jelas sifat-sifat dari orang yang bertemperamen melankolik yang kuat di dalam diri Musa, bagaimana sifat-sifat tersebut sebelum dia berserah kepada Allah dan bagaimana kuasa Roh Kudus menguatkan setiap kelemahan Musa yang melankolik setelah dia berserah kepada Allah dengan jelas sekali dapat kita baca dalam kitab Keluaran 1-20; 24:9-18; 32-34 dan di dalam kitab Bilangan.

Sifat pembawaan mereka yang perfeksionis (ingin segalanya sempurna), sangat perasa, pemurung, suka mencela/mengkritik, suka menyendiri, pesimistis, cenderung berpusat pada diri sendiri, cenderung mengikuti perasaan hatinya yang berubah-ubah, dan sifat merendah yang berlebih-lebihan membuat mereka menjadi orang-orang yang tidak percaya diri, tidak memiliki keyakinan, sulit menerima pujian, sulit untuk merasa puas atas apa yang mereka lakukan atau orang lain lakukan, sangat larut dengan kesalahan-kesalahannya dan mengabaikan keberhasilannya, suka mencela, mudah tersinggung, sering memendam sakit hati dan dendam untuk jangka waktu yang lama, akibatnya kecakapan dan bakat-bakat mereka yang bermutu tersebut menjadi tidak kelihatan sama sekali.

Sukacita merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap orang melankolik untuk menggantikan emosinya yang biasanya murung, dan suka mengeluh. Damai sejahtera dari Roh Kudus merupakan obat kuat bagi orang melankolik, yang perasaannya sangat sensitif, dari kecenderungan mencela, curiga dan dendam. Dan iman akan membuat dia keluar dari rasa tidak percaya dirinya. Orang-orang melankolik, semakin dewasa (kecuali dipenuhi dengan Roh Kudus), ia makin cenderung mengalami suasana hati yang muram, cepat marah, tidak bersukacita, dan tidak mungkin disenangkan. Suasana hati seperti ini menyebabkan ia mudah terserang depresi. Musa, Elia, dan Yunus adalah tiga hamba Allah yang besar yang pernah mengalami depresi sehingga kehilangan semangat untuk hidup dan memohon kepada Allah supaya diizinkan mati (1 Raj 19: Yunus 4:1-3).

KOLERIK

Dari semua temperamen yang ada, orang kolerik adalah seorang yang paling jarang dibelenggu rasa kuatir atau rasa takut, mereka berkemauan keras, mudah emosi, dan cenderung untuk bertindak kasar dan kejam. Pada umumnya orang-orang koleriklah yang berani melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan kejahatan lainnya di luar perikemanusiaan.

Sebagian besar dari diktator-diktator dan penjahat-penjahat kejam dunia adalah orang yang bertemperamen kolerik. Mereka hanya memperhatikan kemaunnya sendiri dan biasanya mereka akan semakin keras jika ada orang yang menantang atau menghalangi tindakan-tindakkanya. Karena pendiriannya yang keras, maka sifat permusuhan dan kemarahan terlihat dengan jelas mewarnai sifat orang yang bertemperamen kolerik. Tidak ada orang yang setajam dan sesengit dia dalam berbicara. Namun demikian apabila ia dipenuhi dengan Roh Kudus, maka perkataan-perkataannya akan dibubuhi dengan keramahan dan kebaikan yang digerakkan oleh Roh Kudus, demikian juga dengan tindakan-tindakannya. Mereka serba memaksa dan merasa harus mengubah apa saja yang mereka lihat tidak pada tempatnya, mengoreksi apa saja hal yang tak benar yang diberlakukan terhadap orang yang tidak berdaya.

Namun demikian salah satu sifat yang paling berharga dari si kolerik adalah kemauannya yang keras. jika sifat ini diarahkan kearah yang benar, ia akan menjadi seorang yang sangat berhasil dalam setiap bidang pekerjaan yang dipilihnya. Keberhasilan ini terjadi karana keteguhan hati atau kegigihannya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Kegigihan yang dipimpin oleh Roh Kudus merupakan salah satu ciri watak yang patut dihargai dari orang Kolerik. Dan sebaliknya, kegigihan yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus dari si kolerik akan membuat dia jauh meninggalkan kehendak Tuhan, karena mereka adalah orang yang paling optimis di dunia. Sifat optimis tersebut membuat mereka sangat puas terhadap diri sendiri dan merasa tidak perlu bergantung kepada orang lain atau kepada Tuhan.

Bagi orang-orang kolerik, keputusan-keputusan harus jelas apa tujuan dan kegunaannya. Selain mereka sangat suka mencapai tujuan, mereka juga berkembang karena tantangan. Sesuatu yang dinyatakan mustahil tidak akan melemahkan semangatnya tetapi sebaliknya hal tersebut akan selalu menjadi orang pertama yang mencetuskan gerakan pembaharuan. Jika mereka melihat ketidakadilan, mereka akan segera bergerak untuk bertindak. Keberanian untuk bertindak ini bukan bersumber dari perasaan belas kasihan mereka tetapi karena kesukaan mereka untuk beraksi.

Sifat dasar seorang kolerik adalah tidak berperasaan, keras, sehingga sulit untuk menyatakan kasih. Oleh karena semua sifat dasar ini, maka orang kolerik adalah orang-orang yang lebih membutuhkan sifat-sifat yang dipenuhi oelh Roh Kudus dibandingkan dengan temperamen lain. Seorang kolerik yang dipenuhi oleh Roh Kudus selalu akan dapat menguasai sifat-sifat koleriknya yang buruk. Paulus adalah seorang tokoh Alkitab bertemperamen kolerik yang kuat yang telah diubah oleh Roh Kudus. Paulus yang sangat kejam yang tanpa kenal belas kasihan dengan gigih menganiaya orang-orang percaya (Kis 9:1-2; 22:4), setalah diubahkan oleh Roh Kudus menjadi Paulus yang penuh kasih. Dengan penuh kasih dan gigih dia menguatkan, menghibur, membangun iman orang-orang percaya (Gal 4:9; 2 Kor 12:14; Rom 1:11).

SANGGUIN

Orang-orang sangguin adalah orang yang disukai pada umumnya karena mereka bersifat sangat terbuka (ekstrovert), hangat, ramah, senang berjabat tangan, dan periang.

Kebiasaan ini pada dasarnya berasal dari kasihnya yang murni terhadap orang lain. Mereka selalu tampak bahagia, tertawa keras dan mendominasi setiap pembicaraan. Sifat hati mereka yang lembut dan berbelaskasihan membuat mereka menjadi dermawan-dermawan yang penuh belas kasihan, penuh perhatian terhadap keadaan disekitarnya dan juga terhadap perasaan atau keadaan pikiran orang lain. Mereka tidak sampai hati mengecewakan orang lain tetapi mereka suka melayani dan menyenangkan orang lain.

Disamping kekuatan-kekuatan yang mereka miliki, mereka juga memiliki kelemahan-kelemahan, seperti:memiliki kemauan yang lemah atau tidak mantap, meledak-ledak dan tidak tenang. Lemahnya kemauan mereka membuat mereka sulit memberikan tanggapan yang tepat jika keadaan sedang gawat, sulit mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, dan jika berada dibawah tekanan tanpa berpikir panjang ia akan langsung memilih untuk berbohong daripada dipermalukan.

Sebagai orang yang emosional si sangguin adalah orang-orang yang paling cepat menyesali perbuatan-perbuatan salah mereka. Penyesalannya selalu disertai dengan tangisan yang mengharukan. Mereka sangat terampil di dalam mengungkapkan perasaan mereka. Tetapi sekalipun mereka telah menyatakan penyesalan yang sungguh-sungguh, apabila kemudian mereka menghadapi masalah yang sama, mereka akan mengulangi lagi kesalahan yang sama dan begitu menerima akibat dari perbuatannya, mereka akan langsung menyesal lagi. Oleh karena itu, apabila Roh Kudus tidak memperkuat kemauan mereka yang lemah, mereka adalah orang-orang yang tidak bisa dipercaya, dan yang lebih buruk lagi, mereka tidak dapat mempercayai diri mereka sendiri. Mereka selalu bersungguh-sungguh saat membuat janji tetapi jarang dapat menepati janjinya.

Si sangguin juga terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah bisa diam, tetapi selalu berbicara di setiap kesempatan di mana seharusnya mereka berdiam diri sehingga mereka sering berbicara kurang bijaksana. Bagi mereka berbicara adalah satu hal yang mudah, mereka selalu mempunyai topik pembicaraan dan sangat terampil membuat setiap pembicaraan menjadi terdengar menarik. Orang sangguin yang dipenuhi Roh Kudus, apabila menjadi Romo/Suster/pewarta akan menjadi Romo/Suster/pewarta yang memiliki pengaruh yang luar biasa seperti Petrus.

Bertentangan dengan sifat sok beraninya, seorang sangguin pada umumnya adalah seorang yang cukup penakut. Ia akan melakukan sesuatu tanpa memikirkan tujuan dari apa yang dilakukannya. Ia hanya sekedar berpuas diri dengan sedikit kesenangan sebab ia bisa melakukan suatu kegiatan. Bagitu ia menyadari akibat dari apa yang sedang dilakukannya, ia akan menjadi takut dan ragu.

Seorang sangguin juga terkenal sebagai orang yang berhati panas, terlalu spontan, mudah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, melakukan sesuatu menurut dorongan hati, sehingga ia sering meninggalkan pekerjaannya sebelum selesai untuk melakukan sesuatu yang lebih menarik. Ia bukan pemalas hanya saja perhatiannya terhadap satu masalah hanya sebentar.
Orang-orang sangguin tidak perlu berputus asa dengan kelemahan-kelemahannya. Bekerja samalah dengan Roh Kudus dan berikan kesempatan kepada kuasaNYA untuk menguatkan kelemahan-kelemahan yang ada.

Petrus adalah seorang murid Tuhan Yesus Kristus yang memiliki temperamen sangguin yang kuat. Sifat-sifat seorang sangguin yang belum dipenuhi Roh Kudus dan sifat-sifat sangguin yang telah dipenuhi Roh Kudus dengan jelas dapat dilihat dalam kehidupan Petrus. Petrus yang tidak dipenuhi Roh Kudus adalah Petrus yang berubah-ubah, tidak bijaksana (Luk 22:33-62), penakut (Mat 14:30), sombong (Mat 26:31-33), namun Petrus yang dipenuhi oleh Roh Kudus adalah Petrus yang tidak berubah-ubah, berani, bijaksana (Kis 3,4,5), rendah hati (Kis 9:36-42).

FLEGMATIK

Orang-orang flegmatik memiliki sifat yang tenang, suka damai, santai, suka melawak dan tidak suka konfrontasi. Sifat-sifat ini membuat mereka disenangi banyak orang. Keinginan mereka untuk berdamai sering lebih besar dari keinginan mereka untuk memiliki apapun. Abraham dengan sangat jelas sekali menunjukkan sifat ini ketika gembala-gembala ternaknya dan gembala-gembala ternak Lot mulai saling bertengkar. Abraham mengusulkan suatu penyelesaian dengan berkata kepada Lot, “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukanlah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” (Kej 13:8-9).

Sama dengan temperamen-temperamen lain yang mempunyai kelemahan di samping kekuatan-kekuatannya, orang yang bertemperamen flegmatik juga mempunyai beberapa kelemahan. Ternyata sifat cinta damai mereka juga mengakibatkan mereka menjadi orang-orang yang pasif dan tidak tegas dalam mengahadapi pertentangan. Dan sifat cinta damai ini juga yang membuat pria yang bertemperamen flegmatik cenderung dikuasai atau menurut kepada isteri-isteri mereka. Abraham seorang tokoh Alkitab yang sangat kuat dengan temperamen flegmatik. Di dalam Alkitab kita bisa melihat dengan jelas ketundukan Abraham kepada Sara, isterinya. Ketika Sara menyuruh Abraham untuk mengambil Hagar hambanya, kemudian atas suruhan Sara, Abraham harus mengusir Hagar dengan Ismail, walaupun Abraham sangat mencintai Ismael.

Selain kelemahan-kelemahan tersebut di atas, orang-orang yang bertemperamen flegmatik juga seorang insisiatif untuk mendorong dirinya, mudah menyerah, sering mengabaikan pekerjaan mereka dengan santainya dan cenderung menjadi keras kepala, kikir, kuatir atau takut. Kelemahan-kelemahan ini membuat mereka enggan memulai suatu kegiatan, dan sebaliknya mencari alasan supaya tidak terlibat dalam kegiatan orang lain, dan ketakutan-ketakutan mereka membuat mereka tidak berani menggunakan potensi yang mereka miliki dengan sepenuhnya.

Namun demikian, bukanlah suatu hal yang mustahil bagi Allah untuk memperkuat kelemahan-kelemahan dari orang-orang flegmatik ini. Dalam Kejadian 12 dengan jelas kita dapat melihat sifat penakut dari Abraham, namun dalam Kejadian 22 kita menemukan Abraham yang sama yang tidak memiliki rasa takut tetapi memiliki iman yang teguh kepada Allah (Ibrani 11:17-19).

By Andika Mongilala

Komentar
  1. Einstein Rantung mengatakan:

    ah kalau ini benar berarti saya tergolong tipe flegmatik, tapi kok kadang-kadang saya merasa tipe melankolis, ada nggak yah tipe yang baru antara Flegmatik dengan Melankolis. (Flegkolik mungkin yah, Hahhahahahaha
    tapi yang memposting tulisan ini tergolong entah dia termasuk golongan apa tapi yag saya tau dia itu Perfectsionis …. maaf yah andika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s