Cara Menjual Pada Prospek

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Sales person mencari pelanggan itu biasa. Untuk mendapatkan pelanggan mereka bisa melakukan dengan berbagai macam cara. Ada cara yang baik dan ada yang buruk.

Sebelum mencari pelanggan kita terlebih dahulu mencari prospek. Prospek ini adalah kandidat pelanggan yang sudah kita amati agar nantinya dia bisa menjadi pelanggan kita. Ada 8 cara yang biasa dilakukan sales person untuk mengubah prospek menjadi pelanggan.

Cara menjual pertama yang biasa dilakukan oleh sales person adalah Cold Call. Cold Call ini adalah suatu kunjungan yang dilakukan sales person secara biasa – biasa saja tanpa adanya suatu keuntungan yang ditawarkan pada prospek. Sales person ini akan bersikeras untuk meyakinkan prospek membeli produk kita tanpa menanyakan apakah kita membutuhkan produk itu atau tidak. Cold Call ini biasanya sering kita temui di sales door to door, atau sales yang menawarkan produk melalui telepon. Cara menjual seperti ini sangat tidak dianjurkan. Karena tidak akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Setelah melakukan Cold Call, cara lainnya yang sering dilakukan adalah mendesak mengadakan perjanjian untuk pertemuan berikutnya. Karena perjanjian pertemuan ini sifatnya mendesak maka akan terasa tidak tulus. Dikhawatirkan jika sesuatu dimulai dengan ketidaktulusan maka efek sampingnya akan negatif. Produk mungkin terjual, target mungkin tercapai, namun bagaimana dengan after sales dan referral ?

Jika kita ingin bertemu dengan prospek maka berikanlah solusi dan nilai tambah akan suatu produk. Dengan ini maka prospek akan mempertimbangkan untuk melangkah menjadi pelanggan. Selain itu cobalah untuk memakai sepatu pelanggan untuk mengetahui kebutuhan prospek kita.

Keinginan perusahaan pastilah cepat bekembang dan berhasil. Salah satu caranya adalah dengan mendapatkan pelanggan baru secepat dan sebanyak mungkin.

Karena itu terkadang para sales person dari perusahaan tersebut selalu berpikir bagaimana caranya agar dapat menjual dengan cepat. Berikut ini adalah lanjutan ragam cara menjual para sales person kepada prospeknya.

Agak bagus ? ketika sales person bertemu dengan calon prospek yang hanya bertanya – tanya saja tanpa membeli pada saat itu juga maka tetaplah berikan kesan positif. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya bukan ? Kesan positif dapat kita berikan dengan tetap memberikan informasi yang ditanyakan oleh prospek. Jika kita telah memberikan kesan positif siapa tahu setelah pulang ke rumah dan ingat dengan pelayanan kita yang positif maka prospek itu akan kembali untuk membeli. Jangan terlalu berharap bahwa dalam setiap pertemuan maka akan terjadi closing. Ingat selalu bahwa menjual adalah proses. Selain itu kita juga harus ingat mengenai produk yang kita jual. Lebih baik berikan saja informasi yang membuat prospek terus memikirkan produk kita.

Bagus ? melibatkan pelanggan lama saat kita akan menjual produk baru sesopan mungkin. Mintalah referensi dari pelanggan lama yang pernah membeli produk kita dan merasa puas dengan produk kita. Jika kita sudah mendapatkannya mintalah tolong diketemukan oleh pelanggan lama yang memberikan referensi itu.

Hebat ? prospek datang sendiri untuk membeli produk kita atas inisiatif sendiri. Kesempatan yang bagus ini janganlah disia – siakan. Berikan pelayanan sebaik dan sesopan mungkin. Alangkah baiknya ketika prospek itu masuk ke tempat kita berikanlah salam kepadanya dan tanyakanlah apa yang dicarinya. Dengan begitu mereka akan senang karena merasa diperhatikan dan dibantu. Bisa dipastikan mereka akan kembali lagi. Terbaik ? ketika pelanggan lama ingin melakukan pembelian kembali. Pembeliannya kembali ini bisa diartikan bahwa dia puas dengan produk dan pelayanan kita. Karena itu ketika menjual, menjuallah dari hati. Jika kita bisa menyentuh hatinya maka kita telah berhasil menjual karena kita tidak hanya menjual produk tapi kita juga memenangkan hatinya.

Lalu seperti apakah cara menjual kita kepada prospek ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s