Fokus Dan Nikmati Pekerjaanmu

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Sering dalam kehidupan, kita berkeinginan untuk mengerjakan pekerjaan sekaligus dan mengharapkan hasil memuaskan. Namun kenyataannya justru kekecewaan luar biasa yang kita rasa.

 

Untuk menghasilkan hal luar biasa kita harus fokus pada satu titik pekerjaan dulu dan fokus pada apa yang menjadi kelebihan kita. Jika kita melakukan pekerjaan dengan penuh cinta, konsentrasi dan keyakinan niscaya hasil yang kita kerjakan akan memuaskan. Bahkan dampaknya bisa mengejutkan.

 

Dibawah ini ada ilustrasi cerita yang akan memberikan pencerahan pada kita mengenai fokus pada sesuatu.

 

Fokus Dan Nikmati Pekerjaanmu

 

Ada seorang pianis yang sangat piawai bermain piano. Kejuaraan telah bnayak dimenangkannya, tanpa memperdulikan akan menang atau tidak. Pertunjukkan pun telah banyak dilakukannya, tanpa memperdulikan apakah penontonnya sedikit atau banyak.

 

Saat bermain piano wajahnya selalu tampak berseri dan menikmati permainannya. Seakan disanalah letak kebahagiannya. Suatu hari saat reuni dengan teman – temannya, seorang teman bertanya padanya mengenai kebahagiaan dan kesenangannya bermain piano tanpa sedih. Dia pun menjelaskan bahwa hidup harus dihadapi dengan bahagia, senang dan senyum.

Lalu dia bernostalgia tentang masa remajanya yang mempunyai banyak kegiatan. Mulai dari olahraga sampai musik. Ambisinya saat itu hanyalah menang, menang dan menang. Karena itu pianis itu rajin berlatih dan berusaha. Tapi karena terlalu banyak kegiatan, maka dia tidak bisa berprestasi maksimal dan akhirnya gagal.  Kegagalan itu membuatnya kecewa dan frustasi pada  diri sendiri. Mulailah pianis itu kehilangan motivasi sehingga prestasi sekolah juga jatuh.

 

Pianis itu bisa fokus pada apa yang dilakukannya kini, berkat eksperimen sang ayah dengannya. Saat itu sang ayah mengajaknya untuk mengumpulkan segenggam jagung dan sebuah corong kecil. Telapak tangannya kemudian diminta untuk diletakkan dibawah corong. Lalu meminta pianis itu untuk menangkap jagung itu. Sang ayah menjatuhkan jagung itu satu persatu. Pianis itu pun menangkap jagung itu satu persatu. Kemudian sang ayah melepas semua jagung kedalam corong. Walhasil tidak ada satu jagung pun yang keluar dari corong karena lubang corong yang kecil.

 

Kehidupan pun seperti itu. Setiap pekerjaan harus dikerjakan satu – satu. Fokus dan konsentrasi. Sehingga pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan maksimal. Kepuasan dan kebahagiaan pun akan kita rasakan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s