How to Run the Bussiness

Posted: 28 November 2010 in Uncategorized

Bisnis adalah sebuah organisasi usaha yang dibuat untuk mendatangkan keuntungan, yang dijalankan tanpa keterlibatan para kreator bisnis atau pemilik bisnis. Karena usaha dijalankan oleh orang lain yang dianggap mampu untuk menjalankannya, maka para pemilik bisnis (Bussiness Owner) harus mengenal “falsafah” bisnis yang benar.

Seperti halnya dalam sebuah orkestrasi, pemilik bisnis idealnya harus bertindak sebagai pemandu orkestra, dimana ia MEMIMPIN dan BUKAN MENJADI PEMAIN SALAH SATU ALAT MUSIK.

Pemilik bisnis harusnya mengawasi jalannya bisnis, bukan terlibat langsung dalam jalannya bisnis itu. Lalu apa perbedaan antara pemilik bisnis yang terlibat dalam bisnis dan yang hanya mengawasi bisnis ?

Pemilik bisnis yang terlibat dalam usahanya menghasilkan keuntungan dengan menjadi aktor atau pelaku utama dalam bisnis. Sehingga jika ia tidak muncul, maka bisnis tidak bisa berjalan. Hal ini malah membuat pemilik bisnis masuk dalam RUTINITAS bisnis. Rutinitas ini bisa membuat pemilik bisnis kehilangan waktu untuk diri sendiri dan mengakibatkan keterikatan terhadap bisnis tersebut yang membuatnya tidak bahagia untuk menjalankan bisnis itu. Padahal bisnis seharusnya FUN.

Sedangkan pemilik bisnis yang berada di luar lingkaran operasional bisnis, tidak menjadi aktor utama. Pemilik seperti ini sudah mendelegasikannya kepada karyawan kompeten yang ia rekrut, sehingga ia bisa fokus untuk membuat berbagai inovasi, tujuan bisnis kedepan dan lain-lain.

Untuk menjadi pemilik bisnis yang hanya mengawasi bisnis, maka ia harus dapat menciptakan sistem kerja seperti yang terjadi dalam usaha waralaba McDonald. Karyawan dengan latar belakang apapun mampu menghasilkan burger dengan kualitas rasa yang sama. Hal ini dikarenakan sistem yang diberikan begitu detail.

Beberapa jenis usaha memang dapat dilakukan langsung oleh pemilik bisnis atau sang kreator yang memiliki jiwa seni atau insting dalam usahanya. Namun bukan berarti produk yang ia hasilkan tidak bisa diimplementasikan oleh orang lain (seperti pekerjaan stylish atau koki). Proses pembuatan produk tersebut pastilah memiliki POLA yang mirip. Nah pola itulah yang disusun dan dibuatkan sistemnya kemudian baru ditransferkan kepada orang yang akan menjalankan bisnis ini.

Namun demikian pada awalnya pemilik bisnis memang harus bermain dalam bisnis sekaligus mengawasinya. Tapi dengan adanya sistem yang dibuat, pemilik bisnis bisa sedikit demi sedikit melepaskannya.

Selamat menjadi OWNER !

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s